like this site?

Bukan Jenius - bagian 1

Pernahkan Anda mengalami kondisi seperti pada gambar?
Atau justru Anda salah satu pelaku?


Gambar tersebut diambil dari website berbahasa Inggris. Ilustrasi yang digunakan untuk menggambarkan kondisi di luar negeri yang berkendara di lajur kanan, setir di posisi kiri kendaraan.

Pada kondisi antrian panjang di jalan dengan dua lajur, terdapat satu kendaraan yang mengambil lajur kiri (melawan arah arus seharusnya) dan memotong antrian. Hal demikian tidak patut dilakukan.

Kondisi serupa juga sering terjadi di Indonesia. Dengan beberapa penyesuaian ilustrasi.

Sumber : http://9gag.com/gag/aRQdM35

Tips untuk Meminimalkan Resiko Kecelakaan Saat Hujan

Berikut beberapa tip untuk meminimalkan resiko kecelakaan saat hujan.

  1. Tambah jarak aman
    Kalau normalnya saat kering kita harus menjaga jarak 2 detik ke mobil depan, pada saat hujan tingkatkan menjadi 3 detik. Jarak aman ini sangat penting, karena saat basah jarak pengereman menjadi jauh lebih panjang walau mobil telah dilengkapi ABS sekalipun.
  2. Hindari manuver mendadak
    Manuver mendadak meliputi akselerasi, pengereman dan belok, sebaiknya dihindari. Di jalan licin, manuver itu mudah membuat mobil tak terkendali. Kendalikan mobil lebih halus dari biasanya.
  3. Nyalakan lampu, bukan hazard
    Menyalakan hazard ketika hujan adalah kesalahan besar. Hazard membuat mata pengemudi di belakang kita cepat lelah karena kedipan terangnya. Selain itu, Hazard membuat kita tak bisa mengaktifkan lampu sein saat hendak pindah jalur, juga mengakibatkan kepekaan pengendara di belakang terhadap lampu rem di mobil kita menjadi berkurang. Risiko tertabrak dari belakang pun semakin besar. Bila hujan sangat lebat, nyalakan lampu kabut atau lampu besar normal. Ini saja sudah cukup.
  4. Bila di tol, hindari jalur kanan
    Karena kontur jalan tol sedikit cembung, maka berkendara di jalur kanan membuat Anda rentan menabrak genangan air. Ini bisa membuat mobil hilang kendali. Selain itu, ketika di jalur kanan, Anda dengan mudahnya terkena cipratan air dari jalur seberang, dan ini akan sangat mengganggu daya pandang.
  5. Hati-hati ban mengunci
    Bila kita terpaksa mengerem mendadak dan mobil tak dilengkapi ABS, waspadai gejala ban mengunci. Begitu ban terasa mengunci, kurangi sedikit injakan rem sampai roda berputar kembali. ketika ban mengunci, mobil tak bisa dikendalikan dengan setir dan jarak pengeremannya makin panjang.
  6. Jangan menerobos banjir
    Ketika kita berkendara pada saat hujan dan bertemu dengan genangan air atau banjir lebih baik menghindar dan mencari tempat yang aman.

Diambil dari : Ditlantas Polda Jatim

Parkir Paralel

Parkir Paralel
Parkir paralel adalah posisi parkir yang dianggap cukup sulit untuk melakukannya oleh sebagian orang. Perlu trik khusus dan latihan untuk dapat melakukannya dengan lancar dan baik.
  1. Gambar 1. Perkirakan bahwa ruang untuk parkir lebih besar dari ukuran panjang mobil kita, majukan mobil hingga sejajar dengan mobil yang parkir tersebut. Usahakan ada jarak sekitar satu meter dari mobil yang parkir dengan mobil kita.
  2. Gambar 2. Masukkan gigi mundur (R), kemudian putar stir ke sisi arah tempat parkir. Mundurkan perlahan.. Perhatikan sudut bagian belakang mobil yang parkir.
  3. Gambar 3. Saat posisi mobil sudah miring/diagonal 45 derajat, luruskan stir sambil mundur perlahan.
  4. Gambar 4. Ketika hampir mendekati trotoar, putar balik stir ke arah luar, sambil mundur perlahan.
  5. Gambar 5. Pindahkan ke gigi 1 atau D (untuk transmisi otomatis), belokkan stir ke sisi dalam untuk meluruskan posisi mobil.
  6. Gambar 6. Bila perlu.. mundurkan kembali mobil hingga antara mobil depan dan mobil belakang sama jaraknya.


Diambil dari : Ditlantas Polda Jatim

Prosedur Pengurusan Jasa Raharja

  1. CARA MEMPEROLEH SANTUNAN
    • Menghubungi kantor Jasa Raharja terdekat
    • Mengisi formulir pengajuan dengan melampirkan :
      • Laporan Polisi tentang kecelakaan Lalu Lintas dari Unit Laka Satlantas Polres setempat dan atau dari instansi berwenang lainnya.
      • Keterangan kesehatan dari dokter / RS yang merawat.
      • KTP / Identitas korban / ahli waris korban.
      • Formulir pengajuan diberikan Jasa Raharja secara cuma-cuma

  2. BUKTI LAIN YANG DIPERLUKAN
    • Dalam hal korban luka-luka
      • Kuitansi biaya rawatan dan pengobatan yang asli dan sah.
    • Dalam hal korban meninggal dunia
      • Surat kartu keluarga / surat nikah (bagi yang sudah menikah)

  3. KETENTUAN LAIN YANG PERLU DIPERHATIKAN
    • Jenis Santunan
      • Santunan berupa penggantian biaya rawatan dan pengobatan (sesuai ketentuan).
      • Santunan kematian.
      • Santunan cacat tetap.
    • Ahli Waris
      • Janda atau dudanya yang sah.
      • Anak-anaknya yang sah.
      • Orang tuanya yang sah.
    • Kadaluwarsa
      Hak santunan menjadi gugur / kadaluwarsa jika :
      • Permintaan diajukan dalam waktu lebih dari 6 bulan setelah terjadinya kecelakaan.
      • Tidak dilakukan penagihan dalam waktu 3 bulan setelah hak dimaksud disetujui oleh jasa raharja.


Diambil dari : Ditlantas Polda Jatim